16 Oktober 2026
Humas
6
Pernah dengar anak kuliner bilang, “Guys, sebelum cooking, jangan lupa mise en place dulu, ya!” atau “Tolong plating-nya dirapihin, jangan asal taruh!” Kalau kamu bukan anak kuliner, mungkin kedengarannya seperti bahasa asing. Padahal, mereka sedang membicarakan hal-hal yang sangat penting di dapur.
Buat anak-anak Bisnis Kuliner SMK Al-Hasra, dunia dapur bukan cuma soal masak makanan sampai enak. Ada teknik, standar kerja, dan istilah khusus yang harus dipahami. Uniknya, istilah-istilah ini lama-lama jadi seperti bahasa sehari-hari mereka sendiri. Sekali masuk dapur, rasanya seperti punya kamus rahasia yang cuma dimengerti sesama anak kuliner!
Nah, daripada cuma mengangguk saat mendengar istilahnya, yuk, kenalan dengan beberapa kosakata kitchen yang wajib kamu tahu!
Mise en Place: Persiapan Sebelum Perang Dimulai
Kalau ada satu istilah yang wajib dikuasai anak kuliner, jawabannya adalah mise en place. Istilah dari bahasa Prancis ini berarti “menempatkan segala sesuatu pada tempatnya”.
Dalam praktiknya, mise en place adalah kegiatan menyiapkan semua bahan dan peralatan sebelum mulai memasak. Mulai dari memotong sayuran, menimbang tepung, menyiapkan bumbu, sampai memastikan pisau dan talenan sudah tersedia.
Kenapa penting? Bayangkan kamu sedang membuat pasta, tetapi saat saus sudah matang, ternyata bawang putihnya belum dicincang. Bisa-bisa sausnya keburu gosong karena kamu masih sibuk menyiapkan bahan!
Dengan mise en place, proses memasak jadi lebih teratur, efisien, dan minim kesalahan. Jadi, kalau anak kuliner bilang, “Mise en place dulu, guys!”, artinya bukan sedang mengucapkan mantra, ya. Mereka sedang memastikan semuanya siap sebelum mulai beraksi!
Plating: Bukan Sekadar Menaruh Makanan di Piring
Pernah melihat makanan di restoran yang tampilannya cantik banget sampai sayang untuk dimakan? Nah, itu salah satu hasil dari plating.
Plating adalah proses menata dan menyajikan makanan di atas piring agar terlihat menarik, rapi, dan menggugah selera. Penataan ini memperhatikan warna, tekstur, komposisi, ukuran porsi, hingga posisi setiap elemen makanan.
Misalnya, nasi tidak hanya diletakkan begitu saja di piring. Lauk, sayuran, dan saus juga ditata supaya terlihat seimbang dan menarik.
Buat anak kuliner, rasa memang nomor satu, tetapi penampilan juga punya peran penting. Karena sebelum makanan dicicipi, biasanya mata sudah lebih dulu menilai!
Sauté: Menumis dengan Teknik yang Tepat
Dalam bahasa sehari-hari, kita mengenal kegiatan menumis. Namun, di dapur profesional, kamu mungkin akan lebih sering mendengar istilah sauté.
Sauté adalah teknik memasak bahan makanan menggunakan sedikit lemak atau minyak dengan panas relatif tinggi, biasanya dalam wajan yang lebar. Bahan makanan digerakkan atau dibalik agar matang merata.
Teknik ini cocok untuk memasak sayuran, potongan daging tipis, atau bahan lain yang tidak membutuhkan waktu memasak terlalu lama.
Kuncinya ada pada suhu, jumlah bahan, dan gerakan saat memasak. Kalau wajannya terlalu penuh, bahan bisa mengeluarkan banyak air dan akhirnya lebih mirip direbus daripada ditumis.
Makanya, jangan asal menggoyangkan wajan seperti chef di televisi. Tekniknya juga harus benar!
Setiap istilah punya fungsi dan makna tersendiri. Bukan sekadar istilah keren supaya terdengar seperti chef profesional, tetapi bagian dari pengetahuan yang membantu proses memasak menjadi lebih terstruktur, aman, dan berkualitas.
Di jurusan Bisnis Kuliner SMK Al-Hasra, mengenal istilah-istilah ini merupakan salah satu bagian dari perjalanan belajar di dunia tata boga. Semakin sering praktik, semakin terbiasa pula kita menggunakan bahasa dapur tersebut.
16 Oktober 2026
Humas
16 Oktober 2026
Humas
15 Oktober 2026
Humas